Penyebab Inkontinensia Urine – Dikutip dari laman Wikipedia, urine adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui saluran kemih di dalam proses urinasi.
Fungsi utama dari urine adalah untuk membuang zat-zat racun yang tersisa dalam tubuh. Misalnya seperti racun, bakteri, dan zat dari obat-obatan.
Berbicara seputar urine, tubuh manusia juga memiliki banyak risiko terhadap hal tersebut. Salah satu yang paling populer adalah inkontinensia urine.
Nah, pada kesempatan kali ini, kami akan membahas lebih lanjut seputar inkontinensia urine. Mulai dari penyebab, jenis-jenis, hingga bagaimana cara efektif untuk mengatasinya. Untuk info lebih lengkap, mari simak pembahasan berikut!
Inkontinensia urine adalah suatu kondisi dimana seseorang kehilangan kontrol terhadap kandung kemih. Akibat dari kondisi ini, urine di dalam tubuh pun akan menjadi tidak terkontrol.
Ketidakmampuan kontrol kandung kemih, akan membuat orang menjadi sulit menahan buang air kecil. Biasanya, kondisi seperti ini lebih sering dialami oleh lansia.
Dilansir dari laman alodokter.com, inkontinensia urine umumnya lebih sering dialami oleh wanita. Meskipun tak berbahaya, namun kondisi ini tentu akan sangat mengganggu penderitanya. Terutama pada kondisi psikologis dan kehidupan sosialnya.
Baca juga:
Penyebab inkontinensia urine, umumnya hanya diketahui akibat faktor usia. Namun jika dilihat dengan kacamata medis, sebenarnya ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal ini terjadi.
Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami inkontinensia urine:
Penyebab utama dari terjadinya inkontinensia urine adalah melemahnya otot dasar panggul. Selain karena faktor usia, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya seperti obesitas, efek terlalu sering mengangkat beban berat, dan sembelit.
Saat seseorang memasuki masa menopause, maka tubuhnya akan mengalami banyak perubahan. Salah satunya adalah perubahan kadar hormon, dan melemahnya otot-otot yang ada pada tubuh.
Dengan kondisi tersebut, tentu otot dasar panggul juga akan terpengaruh. Hal inilah yang akhirnya timbul penyebab inkontinensia urine pada seseorang.
Saat wanita sedang dalam masa kehamilan, rahim akan memberi tekanan lebih pada area kandung kemih. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab dari terjadinya inkontinensia urine.
Namun faktor ini sebenarnya tak perlu dikhawatirkan. Sebab inkontinensia urine yang disebabkan karena faktor ini, akan mereda dalam waktu 1 – 5 minggu pasca proses persalinan.
Inkontinensia urine yang dialami oleh seseorang, juga dapat terjadi akibat pengaruh obat-obatan. Sebagai informasi, beberapa obat memang memiliki efek samping berupa inkontinensia. Contohnya seperti Diuretik dan Antidepresan.
Penyebab inkontinensia urine yang selanjutnya adalah karena terjadinya Infeksi saluran kemih (ISK). Beberapa saluran yang biasanya diserang dalam kondisi ISK contohnya adalah uretra, ureter, ginjal, dan kandung kemih. Gangguan semacam ini juga dapat meningkatkan kebutuhan buang air kecil.
Beberapa faktor di atas adalah penyebab utama dari terjadinya inkontinensia urine. Namun sebenarnya, ada beberapa faktor lain yang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya inkontinensia urine. Contohnya seperti stroke, diabetes, pembesaran prostat, dan mulitple scerosis.
Gejala dari inkontinensia urine sebenarnya cukup mudah untuk diketahui. Menurut dokter dari Beautylogica, gejala umum dari inkontinensia urine adalah kesulitan menahan buang air kecil.
Dalam beberapa kasus, gejala ini bahkan dapat terjadi ketika sedang batuk, bersin, ataupun tertawa. Hal inilah yang membuat penderita inkontinensia urine sangat sering mengompol.
Penderita inkontinensia urine, bahkan juga dapat buang air kecil dalam keadaan olahraga. Misalnya seperti pada saat dalam posisi membungkuk, dan olahraga mengangkat beban.
Sebagai informasi, inkontinensia urine juga terbagi menjadi beberapa jenis. Umumnya, perbedaan ini dibagi berdasarkan penyebab inkontinensia urine itu sendiri. Berikut adalah beberapa jenis dari inkontinensia urine:
Setelah mengetahui gejala, jenis, dan penyebab inkontinensia urine, kamu pasti bertanya-tanya, apakah kondisi ini dapat dicegah? Jawabannya tentu saja bisa!
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya inkontinensia urine, seperti:
Beberapa upaya tersebut, terbukti sangat efektif untuk mencegah terjadinya kebocoran urine. Oleh sebab itu, pastikan untuk memerhatikan beberapa faktor di atas, agar inkontinensia urine tidak terjadi.
Baca juga:
Sebenarnya ada begitu banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi inkontinensia urine. Contohnya seperti terapi perilaku, terapi dengan obat, keteter, hingga proses pembedahan.
Namun dalam beberapa kasus, cara-cara tersebut juga tidak efektif bagi sebagian orang. Apalagi jika si penderita, memiliki penyebab inkontinensia urine yang terlalu parah.
Nah, seiring perkembangan zaman, kini sudah ada teknologi baru yang mampu mengatasi hal tersebut dengan lebih efektif. Namanya adalah perawatan Intimate Chair. Ingin tahu lebih jelas tentang perawatan ini? Simak pembahasan berikut!
Intimate Chair adalah perawatan dengan teknologi gelombang elektromagnetik, yang dapat menghantarkan medan magnet ke otot-otot dasar panggul.
Dengan merangsang otot dasar panggul menggunakan medan magnet, akan membuat otot ini menjadi kuat kembali. Dengan begitu, gejala dan kondisi inkontinensia urine dapat lebih efektif untuk disembuhkan.
Perawatan ini menggunakan alat berbentuk kursi yang bernama The NOVAmag NT-60. Selain untuk mengatasi penyebab inkontinensia urine, alat ini juga dapat berguna untuk mengencangkan otot vagina.
Intimate Chair adalah sebuah perawatan non-invasif yang sangat aman untuk dilakukan. Bahkan hingga kini, tidak ditemukan efek samping bagi orang yang telah melakukan perawatan ini.
Saat prosedur dilakukan, pasien pun akan tetap merasa nyaman dan tak perlu melepas pakaian. Sebab medan magnet dan gelombang elektromagnetik yang dihantarkan, dapat menembus pakaian yang digunakan pasien.
Pasien yang melakukan Intimate Chair, hanya perlu duduk di kursi tersebut. Waktu yang dibutuhkan juga cukup singkat. Hanya sekitar 15-20 menit dalam satu kali sesi perawatan.
Bagi kamu yang ingin melakukan perawatan ini, pastikan untuk pergi ke klinik kecantikan yang terpercaya. Sebab, alat Intimate Chair belum bisa ditemukan di sembarang tempat.
Salah satu klinik kecantikan yang bisa kamu kunjungi adalah Beautylogica Clinic. Di sini kamu akan ditangani secara profesional, oleh dokter-dokter yang ahli dan berpengalaman.
Untuk mengobati inkontinensia urine dengan perawatan Intimate Chair, maka Beautylogica adalah tempat yang harus kamu tuju. Di sini kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter, terutama mengenai terapi inkontinensia.
Lalu, kapan sih saat yang tepat untuk berkonsultasi atau pergi ke dokter? Menurut dokter dari Beautylogica Clinic, kamu bisa pergi untuk perawatan jika gejala inkontinensia sudah tidak terkontrol.
Misalnya saat inkontinensia telah mengganggu kehidupan sosial, ataupun menimbulkan rasa tidak nyaman. Jika kamu mengalami iritasi kulit karena urine, dan timbul rasa sakit, kamu juga dianjurkan untuk periksa ke dokter.
Bagi kamu yang ingin berkonsultasi lebih lanjut seputar penyebab inkontinensia urine, silahkan kunjungi Beautylogica Clinic. Untuk reservasi, silahkan hubungi kami di nomor 0819 0500 0000.
Cara Menghilangkan Kerutan Wajah – Kerutan adalah hal normal yang terjadi pada proses penuaan. Saat…
Cara Menghilangkan Stretch Mark – Permasalahan stretch mark dapat dialami oleh siapa saja. Baik itu…
Operasi Transfer Lemak – Dalam dunia bedah plastik, sangat banyak jenis operasi yang dapat dilakukan.…
Operasi Cuping Hidung – Memiliki bentuk dan ukuran hidung yang ideal, tentu menjadi idaman bagi…
Cara Mengencangkan Miss V – Setiap wanita pasti selalu memberi perhatian lebih pada organ kewanitaannya.…
Cara Mengecilkan Payudara – Payudara adalah aset yang sangat berharga bagi para wanita. Pasalnya, selain…